Nama Pakaian Adat NTT (Nusa Tenggara Timur) Beserta Gambar Dan Penjelasan Terlengkap

Pakaian Adat NTT – Hai semuanya, selamat datang kembali di website infosoalpelajaran yang merupakan sebuah website yang di buat untuk membahas soal pelajaran dan juga materi pelajarannya dari berbagai tingkatan sekolah yang ada di Republik Indonesia.

pakaian adat ntt

Dan dalam kesempatan kali ini, saya akan membahas mengenai pakaian aat NTT yang di dalamnya juga akan saya sertakan mengenai pembahasan dari nama pakaian adat ntt, gambar pakaian adat ntt dan pakaian adat ntt dan penjelasannya.

Nusa Tenggara Timur

Nusa tenggara timur merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia, provinsi ini memiliki sekitar 500 pulau di dalamnya. Pulau-pulan yang terkenal di ntt antara lain adalah pulau flores, pulau timor barat dan pulau sumba. Ada juga pulau lainnya seperti pulau lembata, pulau rote, pulau alor pulau solor, pulau palue, pulau sabu, dan pulau komodo. Ibukota provinsi NTT adalah di kota Kupang yang beraa di sebelah bagian barat pulau Timor.

Nusa tenggara timur tentunya memiliki banyak sekali adat dan kebudayaan yang sangat menarik, salah satunya adalah mengenai pakaian adatnya. an tentunya untuk pakaian adat yang digunakan oleh laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan.

Untuk kegiatan sehari-harinya, masyarakat ntt sering menggunakan pakaian sama yang digunakan saat mengadakan upacara adat akan tetapi tentunya tidak dilengkapi dengan aksesoris atau perhiasan yang khusus digunakan saat upacara adat. Untuk para pria akan menggunakan selimt dengan kemeja berwarna putih, lalu akan memakai juga ikat pinggang dan juga pengikat yang disebut dengan destar agar menambah kesan gagah. Sementara itu untuk para perempuannya akan memakai sarung yang penggunaannya dengan dua kali lipatan yang didilitkan pada pinggang, hal ini adalah agar sarung yang dipakai tidak melorot. Sedangkan untuk atasannya dengan memakai kebaya yang disulam shingga menyerupai kutang atau bra.

Pakaian Adat Nusa Tenggara Timur Dan Penjelasannya

Dan berikut ini adalah beberapa pakaian adat nusa tenggara dar berbagai suku yng mendiami wilayahnya, yaitu suku rote, suku sabu, suku helong dan juga suku dawan.

1. Pakaian Adat NTT (Nusa Tenggara Timur) Suku Rote

Suku rote atau yang dikenal juga dengan nama orang rote mendiami wilayah Pulau roti, ndao dan juga di wilyah pantai barat di pulau timor, Nusa tenggara timur. Bahasa yang digunakan oleh suku rote masih termasuk di dalam rumpun bahasa Austronesia dan terbagi menjadi banyak dialek antara lain adalah Dela, loe, talae termanu, kolbaffo, diu, keka, lelenuk landu, dengka, unale, ti, termanu bilba dan ba’a. Beberapa ahli juga menggolongkan bahasa dialek suku rote ini ke dalam beberapa golongan antara lain adalah dialek Rote barat daya, rote tengah, rote timur, pantai baru, rote barat laut dan lobalain.

a. Pakaian Adat Suku Rote Untuk Laki-laki

nama pakaian adat ntt suku rote laki-laki
Sumber : http://www.tradisikita.my.id/

Pakaian adat dari suku rote adalah berupa kemeja berwarna putih polos dengan lengan panjang. Untuk bawahannya adalah dengan menggunakan sarung tenun dengan warna yang gelap. Kain ini digunakan sampai menutupi setengah dari betis. Untuk motif dari kain ini sangat beraneka ragam. Dapat berupa flora maupun fauna yang ada di wilayah nusa tenggara timur. Dan dari motif inilah kita dapat mengetahui asal dari kain tersebut.

Untuk para laki-laki akan menggunakan penutup kepala yang disebut dengan nama Ti’i langga, penutup kepala ini sangat mirip dengan topi sombreno yang berasal dari negeri latin yaitu Meksiko. Penutup kepala ini sendiri bahan pembuatannya adalah dengan daun lontar yang di keringkan. Daunlontar ini tentunya memiliki sifat yang alami yaitu pada awalnya akan berwarna kuning dan semakin lama akan berwarna kecoklatan.  Ada bagian dalam penutup kepala ini yang meruncing dan lama kelamaan akan menjadi tidak tegak lagi dan akan miring. Konon katanya hal ini merupakan perlambangan dai sifat suku rote yang cenderung keras.

Ti’i langga ini juga sebagai simbol kepercayaan diri dan kewibwaan untuk orang yang memakaianya. Penutup kepala ti’i langga ini digunakan oleh para laki-laki dari suku rote pada saat tertentu saja, misalnya adalah saat menarikan tari tradisional suku rote seperti tari foti. pada kesempatan ini juga para perempuan akan menggunakan ti’i lingga.

Selain memakain penutup kepala ini, para laki-laki juga akan menggunakan pelengkap yang lainnya, seperti halnya sehelai kaintenun khas rote yang diselempangkan pada bahu penggunanya. Untuk motifnya sendiri akan disesuaikan dengan sarung yang digunakan sebagai bawahan. Selain itu juga akan memakai senjata berupa golok yang diselipkan pada pinggang bagian depan.

b. Pakaian Adat Suku Rote Untuk Perempuan

nama pakaian adat ntt suku rote perempuan

Untuk para perempuan dari suku rote biasanya akan memakai kebaya yang berwarna putih yang pendek dengan bawahannya menggunakan kain tenun untuk pakaian tradisionalnya. Motif pohon tengkorak biasanya akan kita temui pada pakaian adat ntt suku rote untuk perempuan ini. Lalu akan memakai juga sehelai benang pada bahunya. Rambutnya akan disanggul dan diberi hiasan yang berbentuk seperti bulan sabit dengan 3 buah bintang. Molik adalah nama hiasan ini. Bulan molik sendiri memiliki arti sebagai bulan baru. Hiasan ini sendiri biasanya akan dibuat dari bahan emas, peak, perunggu atau bisa juga dengan kuningan yag cara pembuatannya dengan di tempa atau dipipihkan yang kemudian dibentuklah menjadi bulan sabit.

Selain itu juga akan memakai beberapa aksesoris diantaranya adalah gelang, anting, pending dan kalung susun atau habas. Kalung susun ini terbuat dari emas atau perak yang memang sudah menjadi warisan dari nenek moyang suku rote sejak zaman dahulu. Beberapa orang juga menganggap bahwa habas ini merupakan benda keramat yang memiliki kekuatan gaib di dalamnya. Ada juga pemakaian pending, pending ini sendiri merupakan pehiasan yang bahan pembuatannya dapat berupa perak, emas, tembaga atau kuningan. Pending ini dipakai pada bagian pinggang. Pending ini biasanya memilik motif bungan atau hewan unggas untuk hiasannya.

2. Pakaian Adat NTT (Nusa Tenggara Timur) Suku Sabu

pakaian adat ntt suku sabu

Suku sabu atau yang dikenal juga dengan suku Sawu atau savu atau disebut juga dengan nama Do Hawu atau Havunese. Suku ini mendiami wilayah daerah pulau sabu atau rai hawu yang ada di kabupaten Kupang di provinsi Nusa tenggara timur. Masyarakat suku sabu sendiri memiliki bahasa sendiri yaitu bahasa sabu. Bahasa sabu ini masih tergolong bahasa yang masuk dalam kelompok bima-sumba dari provinsi Nusa tenggara timur. Bahasa sabu ini tentunya memiliki beberapa dialek diantaranya adalah raijua, seba dan merasa.

Tenun ikat yang terkenal berasal dari suku ini adalah si hawu atau sarung sabu dan juga hiri huri atau selimut. Untuk proses pembuatannya juga sama dengan proses pembuatan kain tenun yang ada di ntt pada umumnya.

a. Pakaian Adat NTT Suku Sabu Untuk Laki-laki

Pakaian adat suku sabu untuk para laki-laki yaitu berupa kemeja yang berwarna putih dengan lengan panjang, lalu tidak lupa juga dengan memakai ikat kepala. Untuk bawahannya adalah dengan menggunakan sarungtenun dengan memakai kain kecil yang diselempangkan pada bahu. Sedangkan pakaian yang digunakan oleh para pengantin memiliki pakaian tersendiri yang terdiri dari:

  • Selendang yang diselempangkan pada bahu pria.
  • Pengikat kepala atau destar sebagai lambang kebesaran atau kewibawaan dengan memakai mahkota yang terdiri dai tiga buah tiang yang dibuat dari bahan emas.
  • Mas kawin berupa kalung mutisalak dengan liontin gong.
  • Gelang emas.
  • Ikat pinggang yang dilengkapi dengan dua kantong.
  • Perhiasan leher atau habas yang terbuat dari emas.

b. Pakaian Adat NTT Suku Sabu Untuk Perempuan

Sedangkan pakaian adat yang digunakan oleh para perempuan suku sabu adalah dengan memakai pakain berupa kebaya pendek dengan bawahan berupa kain tenun dengan dua kali lilitan tanpa menggunakan aksesoris. Sedangkan untuk apakaian adat yang digunakan untuk pengantin suku sabu adalah dengan memakai beberapa perlengkapa sebagai berikut ini:

  • Sarung yang diikat dengan dua susun pada pinggul dan sedada.
  • Pending atau ikat pinggang dari emas.
  • Gelang emas yang khusus dipakai saat upacara perkawinan.
  • Kalung liontin multisalak yang terbuat dari emas.
  • Anting emas yang memilikin mata berlian.
  • Memakai sanggul dengan bentuk bulat.

3. Pakaian Adat NTT (Nusa Tenggara Timur) Suku Helong

pakaian adat ntt suku helong

Suku helong ini mendiami wilayah kecamatan kupang barat dan juga kupang tengah di kabupaten kupang, provinsi Nusa tenggara timur.

a. Pakaian Adat NTT Suku Helong Untuk Laki-laki

Untuk pakaian adat suku helong laki-laki adalah sebagai berikut:

  • Sekimut suku helong besar dan selimut kecil.
  • Kemeja pri atau baju bodo.
  • Destar sebagai pengikat kepala.
  • Habas atau multi leher.

b. Pakaian Adat NTT Suku Helong Untuk Perempuan

Sementara itu untuk perlengkapan pada pakaian perempuan pada suku helong adalah sebagai berikut:

  • Sarung yang diikat pada pinggang lalu ditutup dengan menggunakan pending atau ikat pinggang yang terbua dari emas.
  • Kebaya untuk wanita.
  • Multisalak yang berbentuk bulan.
  • Perhiasan kepala dengan bentuk bulan sabit.
  • Giwang atau karabu.

4. Pakaian Adat NTT (Nusa Tenggara Timur) Suku Dawan

gambar pakaian adat ntt suku dawan

Suku berdiam di wilayah pulau timor. Suku awan ini dapat kita temui di sebagian besar wilayah Timor barat yang tersebar juga ke dalam 3 kabupaten yaitu kabupaten kupang, kabupaten timor tengah utara dan juga di wilayah kapbupaten timor tengah selatan. Suku dawa sering juga disebut dengan nama Atoni pah meto. Suku dawan ini biasanya hidup di wilayah pedalaman dan biasanya berprofesi sebagai petani. Masyarakat suku dawan sendiri biasa di kelompokkan berdasarkan marga atau kanaf.

a. Pakaian Adat NTT Suku Dawan Untuk Laki-laki

Secara umumsebenarnya untuk masyarakat suku dawan baik yang laki-laki maupun yang perempuan memakai sarung tenun yang dipakaikan pada bagian  badan. Untuk para laki-laki biasanya pemakaiannya sampai bagiamn pinggang. Selain itunjuga memakai ikat kepala yang berupa kain tenun dan juga memakai kain tenun yang diselempangkan pada bahu.

b. Pakaian Adat NTT Suku Dawan Untuk Perempuan

Untuk para perempuan dari suku dawan juga memakai kain sarung dari tenun khas NTT yang pemakainnya sampai dada yang menutupi sebagian besar tubuhnya. Selain itu juga akan memakai aksesoris macam gelung rambut dan juga kalung. Juga akan memakai kain yang di selempangkan pada bagian bahunya.

Video Pakaian Adat NTT

Demikianlah pembahasan yang dapat saya lakukan mengenai pakaian adat ntt,yan di dalamnya juga berisi mengenai pembahasan dari nama pakaian adat ntt, gambar pakaian adat ntt dan pakaian adat ntt dan penjelasannya.

Semoga dapat membantu anda semua yang sedang mencari pengetahuan mengenai pakaian adat ntt dan saya berpesan kepada anda untuk selalu melestarikan pakaian adat dari daerah anda masing-masing, agar tidak mengalami yang namanya kepunahan.

Dan satu lagi pesan saya kepada anda adalah agar selalu mengunjungi infosoalpelajaran apabila sedang mencari tahu mengenai soal pelajaran mau pun materi-materi pelajaran dari berbagai tingkatan sekolah yang ada di Republik Indonesia.

Terima kasih telah membaca. Sampa jumpa lagi di pembahasan lainnya.