5+ Pakaian Adat Sulawesi Utara Beserta Penjelasannya Paling Lengkap

Pakaian Adat Sulawesi Utara – Hai selamat datang kembali di infosoalpelajaran, yang merupakan sebuah website yang akan membahas mengenai berbagai macam soal pelajaran beserta materi pelajaran dari semua tingkatan sekolah di Indonesia. Dan dalam kesmpatan kali ini akan ada pembahasan mengenai pakaian adat Sulawesi Utara beserta gambar pakaian adat sulawesi utara. Sebelumnya juga pernah ada pembahasan pakaian adat Betawipakaian adat Yogyakarta, pakaian adat Sulawesi Tenggara dan lainnya yang dapat anda baca juga.

Nama Pakaian Adat Sulawesi Utara

Di Provinsi Sulawesi Utara terdapat 4 suku utama yang mendiami wilayahnya, antara lain yaiu suku Gorontalo, suku Minahasa, suku Bolaang Mangondow dan juga satu lagi adalah suku Sanghe Talaud. Masing-masing suku itu juga mempunya pakaian adatnya masing-masing sehingga membentik sebagai pakaian adat dari provinsi Sulawesi Utara. Berikut ini penjelasan mengenai pakaian adat ini:

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara Suku Minahasa

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara Suku Minahasa

Suku Minahasa bisa di katakan merupakan salah satu suku di Indonesia yang memiliki kemajuan dan terampil dalam memintal kapas, sehingga dapat membuat baju adatnya sendiri yaitu berupa bajang. Akan tetapi apabila akan menghadiri suatu upacara adat, masyarakat Minahasa cendering lebih menggunakan pakaian yang sudah di modifikasi agar terlihat lebih modern.

Pada umumnya, pakaian adat Minahasa yang digunakan oleh para pria merupakan kombinasi dari kemeja, bawahan berupa sarung, dasi dan juga penutup kepala berupa destar yang berbentuk segitiga. Sedangkan untuk para wanitanya menggunakan pakaian berupa kebaya dengan bawahan berupa kain yang warnanya senada atau yapon serta tidak lupa memakai berbagai macam aksesoris mulai dari perhiasan di sanggul, leher, telinga dan lengan.

Baca Juga : Jumlah Pemain Bola Voli

Pakaian Adat Sulawesi Utara Suku Bolaang Mongondow

pakaian adat sulawesi utara suku bolaang mongondow terlengkap

Suku Bolaang Mongondow pada zaman dahulu memiliki sebuah kerajaan dengan nama yang sama, yaitu kerajaan Bolaan Mongondow. Pakaian adatnya pun masih terkenal sampai sekarang. Bahan utama dari pembuatan pakaian adat suku ini adalah dari serat kayu dan juga pelpah buah nanas. Serat ini sendiri disebut dengan nama lanut yang kemudian di tenun sehingga menjadi kain. Sebenarnya sekarang sudah mulai sulit untuk di temui. Akan tetapi masyarakat di suku ini tentunya masih sangat mempertahankan mode pakaiannya sendiri, walaupun sekarang sudah banyak yang menggunakan pakaian dari kapas.

Pakaian yang digunakan oleh para pria dari Suku Bolaang Mongondow disebut dengan nama baniang, sedangkan pakaian adat yang digunakan oleh para wanita di sebut dengan salu. Untuk pria selain menggunakan baniang, juga akan memakai ikat kepala berupa destar dan ikat pinggang pomerus. Sedangkan para wanitanya akan menggunakan atasan berupa kain senket pelekat, bawahan berupa tapih serta memakai hamunse atau hiasan dari emas di bagian dada.

Pakaian Adat Sulawesi Utara Suku Sangihe Talaud

Pakaian Adat Sulawesi Utara Suku Sangihe Talaud

Pakaian adat Suku Sangihe Talaud ini umumnya hanya akan digunakan saat melaksanakan upacara Tulude saja. Pakaian ini memiliki beberapa keunikan, antara lain adalah pakaiannya yang terbuat dari serat tanaman pisang yang sering disebut dengan nama serat kofo. Serat dari batang tanaman ini memiliki kekuatan yang cukup bagus sehingga akan mudah untuk di pintal atau di tenun nantinya. Apabila sudah membentuk kain, maka kemudian akan di jahit sehingga membentuk pakaian yang disebut dengan pakaian adat Sulawesi Utara laku tepu.

Ciri khas yang dapat kita lihat di dalamnya adalah penggunaan warna dasar yang sangat cerah, mulai dari warna kuning, hijau ataupun merah. Pakaian Laku Tepu ini di lengkapi dengan lengan yang panjang dan juga untaian yang mencapai tumit pemakainya. Pemakaian pakaian ini juga harus di lengkapi dengan aksesoris, antara lain adalah penutup kepala berupa paporong, selendang di bahu berupa bandang, rok rumbai atau kahiwu serta memakai ikat pinggang berupa popehe.

Pakaian Adat Suku Gorontalo

Pakaian Adat Suku Gorontalo

Provinsi Gorontalo pada zaman dahulu merupakan bagain dari Provinsi Sulawesi Utara, akan tetapi pada tanggal 22 Desember 2000 memisahkan diri menjadi provinsi sendiri. Karen dulunya merupakan bagian dari Sulawesi Utara, maka pakiaan adatnya memiliki sedikit kesamaan. Pakaian adat Gorontali ada dua jenis yaitu Mukuta dan Biliu, yang terutama digunakan pada acara pernikahan.

Mukuta adalah baju pengantin yang digunakan oleh pria, baju ini terdiri dari kemeja dan celana panjang. Biasanya juga akan dlengkapi dengan pemakaian beberapa aksesoris khas, seperti makuta sebagai penutup kepalanya, kalung bako dan juga pasimeni. Sdangkan Biliu adalah baju yang digunakan oleh pengantin wanita dan terdiri dari atasan berupa baju kurung serta bawahannya adalaah kuning. Mempelai wanita ini juga memakai aksesoris yang tentunya lebih banyak dari mempelai pria. Aksesorisnya antara lain adalah ikat kepala berupa baya lo boute, tuhi-tuhi, lai-lain, kain kecubu, etango sebagai ikat pinggang, buohu wulu wawu dehu, hiasan kuku luobu dan gelang pateda.

Selain itu banyak juga kata kunci lain yang digunakan orang lain dan termasuk banyak juga di cari oleh orang lain seperti pakaian adat sulawesi utara wikipedia, pakaian adat minahasa sulawesi utara, baju adat minahasa utara, rumah adat dan pakaian adat sulawesi utara, baju adat manado modern, gambar baju adat minahasa, tarian adat sulawesi utara, pakaian adat sulawesi utara, pakaian adat minahasa, nama pakaian adat sulawesi utara, pakaian adat laku tepu, baju adat gorontalo, pakaian adat sulut, tuliskan pakaian adat sulawesi utara, baju adat minahasa, baju adat manado.

Pakaian Adat Sulawesi Utara Tonaas Wangko Dan Walian Wangko

Pakaian Adat Sulawesi Utara Tonaas Wangko Dan Walian Wangko

Pakaian Tonaas Wangko adalah pakaian yang memiliki corak baju yang warnanya hitam. Model pakaian ini sendiri bentuknya adalah kemeja dengan lengan panjang. Potongan bajunya pun lurus tanpa saku dan disertai kancing.Di hiasi juga dengan motif padi pada bagian leher, ujung lengan dan juga ujung baju pada bagian depan. Selain itu uga dilengkapi dengan pemakaian topi berwarna merah yang ada motif corak berwarna kuning keemasan.

Sedangkan busana Walian Wangko terdiri dari pakaian pria dan wanita. Pakaian pada priaberupa potongan baju yang bentuknya seperti jubah. Lalu memakai bajau berwarna putih yang dilengkapi dengan memakai topi porong nimiles. Sedangkan pada wanita berupa kebaya panjang bercorak yang berwarna ungu atau putih, baju ini tanpa di lengkapi dengan kancing serta kerah.

Baca Juga : Grammar Bahasa Inggris

Video Pakaian Adat Sulawesi Utara

Demikianlah pembahasan yang dapat saya lakukan mengenai pakaian adat ini, semoga dapat membantu anda semua yang sedang mencari tahu mengenai pakaian adat ini. Saya juga berpesan kepada anda semua agar selalu melestarikan pakaian adat Indonesia, bukan hanya pakaian adat dari daerah anda saja tapi semua pakaian tradisional Indonesia agar tidak mengalami kepunahan.

Apabila anda ingin informasi yang lebih banyak lagi, maka bisa dengan selalu mengunjungi website infosoalpelajaran, karena disini akan ada pembahasan mendalam mengenai soal pelajaran beserta materi pelajaran dari berbagai tingkatan sekolah di Indonesia.